Harga Van Dijk Rp 1 T? Itu Kemahalan!

Van Dijk

Setelah gosipnya mereda selama beberapa waktu belakangan, Liverpool kini kembali dikabarkan memburu pemain bertahan Southampton, Virgil van Dijk. Namun, banyak yang menyebut jika harga transfer Van Dijk terlalu mahal.

Van Dijk merupakan salah satu pemain yang menjadi daftar belanja utama Liverpool pada bursa transfer musim panas ini. Manajer Liverpool Juergen Klopp secara pribadi sempat mencoba meyakinkan bek tim nasional Belanda itu untuk menerima tawarannya.

Tapi pendekatan yang dilakukan oleh Liverpool kemudian dinilai oleh Southampton berlangsung secara ilegal karena mendekati sang pemain lebih dulu tanpa lewat klub. The Reds pun kemudian meminta maaf dan menyatakan tidak akan lagi mendekati pemain berusia 25 tahun itu.

Namun beberapa waktu terakhir, ketertarikan dari klub berjuluk The Anfield Gangs ini dikabarkan kembali hidup, setelah muncul ketertarikan dari klub lain. Liverpool disebut-sebut siap ikut masuk dalam perburuan Virgil van Dijk.

Yang kemudian menjadi persoalan adalah Southampton membanderol pemainnya ini dengan harga yang sangat tinggi. Van Dijk diperkirakan baru bakal dijual oleh klub berjuluk The Saints itu di angka minimal 60 juta poundsterling atau setara dengan Rp 1 Triliun.

Harga sebesar ini dipertanyakan oleh mantan pemain Liverpool, Steve Nicol. Menurut Nicol, Van Dijk dinilai belum layak untuk dihargai semahal itu, apalagi dengan tekanan besar yang mungkin akan dihadapinya di Liverpool.

“Kalau harganya masuk akal, maka ya itu mungkin saja terjadi. Kalau harganya tepat, yang mana saya harap bukan 60 juta poundsterling, karena saya merasa dia belum pantas untuk dihargai 60 juta poundsterling,” kata Nicol kepada ESPN.

“Liverpool memang sedang memerlukan bek tengah, saya rasa terkadang Anda harus melakukan apa yang harus dilakukan. Entah yang saya pikirkan ini benar atau salah, Liverpool memang perlu bek tengah tapi mereka tidak harus mengeluarkan uang sebanyak itu.”

“Virgil van Dijk adalah pemain yang bagus. Pertanyaannya adalah bisakah mengatasi tekanan di klub seperti Liverpool? Dia melakukannya di Southampton, bisakah dia melakukannya di salah satu raksasa Inggris? Saya tidak yakin,” tutup Steve Nicol.